-

Rusmannulis

Sabtu, 14 Desember 2019

KETIKA RAJA MAJAPAHIT MATI DI TANGAN TABIBNYA (2)


Oleh: Ki Guru Rusman



Kelemahan terbesar dari Prabu Jayanegara adalah cara dia memperlakukan wanita. Raja ini senang mengumbar hawa nafsunya. Selalu kembang kempis hidungnya jika melihat wanita cantik.

Bahkan adik tirinya sendiri Dyah Dyah Gitarja (Tribuwana) dan Dyah Wiyat dikejar-kejar untuk dijadikan istri. Untunglah hal itu segera diketahui oleh ibu suri.

Alhasil, nafsu birahi yang tak terkendali itulah yang lantas mengantarkannya ke gerbang kematian, ketika pada suatu malam istri Ra Tanca direnggutnya pula.

Tanpa menunggu lama, dendam segera membara di dada sang tabib. Kebetulan suatu saat Ra Tanca berkesempatan mengoperasi bisul di tubuh sang raja.

Maka api dendam itulah yang menuntun tekadnya untuk menancapkan pisau pada sasaran yang salah, yaitu ke ulu hati.

Matilah raja itu dengan cara yang memalukan. Tapi Ra Tanca sendiri pada saat yang sama juga mati di tangan Gajah Mada.

BEBERAPA VERSI

Ada beberapa versi tentang terjadinya pembunuhanan Jayanegara itu.

Satu versi mengatakan bahwa raja memang dibunuh oleh tabibnya karena dendam atas pemerkosaan istrinya.

Sedang versi lain mengatakan bahwa semua itu hanyalah skenario Gajah Mada.

Menurut penulis dua-duanya benar, bahkan saling melengkapi. Gajah Mada yang seorang visioner besar sekaligus ahli dalam berstrategi berkeyakinan Jayanegara tak akan mampu membesarkan Majapahit.

(Bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar