-

Rusmannulis

Jumat, 29 November 2019

PUISI:


              * NYANYIAN INDAH
                         LASKAR KECILKU *


Oleh: Rus Rusman


JADIKANLAH kelasmu sebagai surgamu, wahai anak-anakku !

Kalimat pertama saat aku memulai hari yang amat indah ini

Menggantikan teman guru lain yang kini sedang berhalangan

Aku ingin menikmatinya sebagai ladang untuk bercanda ria



KAMI lantas berjalan-jalan menyusuri udara di sekitar sekolah

Berdendang bersama, bersorak riang sambil bertepuk tangan

Memecah keheningan alam di ladang hijau orang-orang sekitar

Beberapa petani bahkan menawarkan ketimun untuk obat dahaga



ADUHAI indahnya, bukit-bukit di seberang desa itu anak-anakku

Kataku saat beristirahat di gubuk kecil di persimpangan jalan

Pandangan kami lantas menyapu alam sekitar yang mempesona

Seekor belalang hinggap di rumput dikejar oleh Anisa dan Resa



TIBA-TIBA serombongan burung kecilpun datang bertengger di pohon

Tangan-tangan mungil itupun lantas terpancing menggusah mereka

"Bu mengapa burung bisa terbang tinggi, tapi belalang kok tidak?"

Tanya si Anton yang disusul teman-temannya ramai mengiakan



AKU tersenyum menikmati wajah-wajah lugu laskar pelangiku ini

Bidadara-bidadari yang tak lain adalah bagian dari kehidupanku

"Anak-anak, coba siapa yang punya jawaban atas pertanyaan tadi?"

"Burung sayapnya lebar bu !" ...."Ya bu, belalang sayapnya kecil!"

"Nah, itu kan? Sayap yang lebar dan kuat bisa terbang lebih tinggi."



"SIAPA yang ingin seperti burung?" "Saya, buu!" Jawab mereka riuh

"Anak-anak, sayap burung yang kuat itu ada di sebelah kanan dan kiri

Sedangkan Tuhan memberikan pada kita sayap yang jauh lebih kuat

Aku tertawa ketika beberapa anak mengipas-ngipaskan tangan mereka



BUKAN di situ sayang, tapi sayap kita ada diii siniii ! lalu juga diii sinii !

Tanganku memegang dahi, juga menuding ke hati. Mereka menirukan

Jadi, sayap manusia itu ada di pikirannya, di hatinya dan di do'anya

"Kalau begitu kita harus rajin belajar ya bu ?" .. "Ya dong, sayang !"

Siapapun yang rajin belajar, sering beramal, dan senantiasa berdo'a

Dialah yang akan tumbuh sayapnya sekuat dan selebar burung garuda

Kalau sudah besar jadi orang yang baik dan bisa meraih cita-citanya

"Aku ingin jadi gubernur, aku pedagang kaya, aku ingin seperti bu guru."



RAMAI sekali celoteh mereka, "Sudah-sudah, ayo kita kembali ke sekolah."

Seorang petani yang sedang lewat ikut tersenyum. "Mangga bu guru !"

"Oh, terimakasih bapak." Jawabku sambil menggerakkan pasukan kecilku. ***


Tuban, 01 Juli 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar