-

Rusmannulis

Jumat, 29 November 2019

BANGGA SEBAGAI LENTERA BANGSA

Bagiku tiada yang lebih indah selain saat di rumah atau di sekolah

Menikmati suasana kebersamaan dengan para guru dan siswaku

Melantunkan do' a di kelas, menyemaikan ilmu, membimbing kerja kelompok,

Menilai hasil ulangan atau bahkan bersenandung dengan mereka


Oh Tuhan, adakah yang lebih bermakna dari semua itu?

Terkadang memang aku agak sinis atas kelakuan seorang siswa

Namun di lain hari kupuji kehebatannya, tertawa atas kelucuannya,

Bahkan tak jarang akupun ikut larut dalam duka, mengusap air matanya

Serta memeluk mereka yang belum beruntung kehidupannya

Ya Tuhan, adakah yang lebih berharga dari semua itu

Dan haripun kian berganti, bulan demi bulan, tahun demi tahun

Yang dulu datang saatnya pergi dan yang barupun silih berganti

Tak terasa tanamanpun berbunga mekar dan berbuah segar

Lentera lentera kecilku berpijar mengangkasa dan menerangi dunia

Oh Tuhan, syukurlah, dan mohon jagalah sinar mereka demi sesama

Tapi janganlah kalian bertanya soal gajiku, wahai para putra bangsa

Memangnya kenapa jika hanya tiga lembaran merah yang kuterima setiap bulannya

Justru aku bangga bisa selalu tegar meski dalam keterbatasan

Tetap berani mengangkat nilai dan norma kehidupan manusia

Bukan sekedar cengengesan di TV lantas dibayar ratusan juta

Bukan..., bagiku bukanlah itu harga yang sebenarnya

Harga diri adalah ketika seseorang berani secara ikhlas

Menggaritkan pena emasnya demi masa depan anak bangsa.***

Tuban, 27 juni 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar