-

Rusmannulis

Minggu, 29 Desember 2019



PUISI:

NASEHAT SEORANG ISTRI DI SUATU MALAM

Oleh: Ki Guru Rusman



** GUMELARING JAGAD SAK ISINE IKI DICIPTAAKE GUSTI ALLAH AMUNG KANGGO KESEJAHTERAAN UMATE **

Di suatu malam yang sunyi aku bermimpi

Mengajak istri berjalan di antara sawah dan ladang

Seakan ingin keluar dari tempat yang padat dan pepat

Tempat yang sangat menyesakkan nafasku

Dan saat kami menginjakkan kaki di tengah persawahan

Kutengadahkan wajah ke langit, melihat bulan yang temaram

Sehelai-sehelai awan putih hanyut dibawa arus angin yang lembut

Sekali lagi aku menarik nafas dalam-dalam

Bulan itu nampak teramat asing bagiku

Mungkin karena aku terlalu lama melupakan keindahannya

Mengacuhkan pesona langit yang cerah, bintang-bintang

Dan bahkan melupakan apa saja yang dapat memberiku kesegaran

Seperti malam ini...

Angin yang lembut dan daun-daun yang bergerak dibelai olehnya

"Hem ..!" Akhirnya aku berdesah "sungguh mempesona !"

Istriku melangkah lebih cepat dan berjalan di samping

Ia berpaling ke arahku tapi hanya mendapatkan wajahku yang kuyu

Sedang aku masih sibuk mengagumi kesegaran angin malam

Kelembutan sinar bulan, cahaya yang redup kekuning-kuningan

Dan daun-daun yang hijau gelap seperti langit digaris cakrawala

"ALLAH-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya." (Q.S. Al-Sajdah (32): 4).



WAHAI istriku ...., umurku sudah lebih dari separuh abad

Tetapi aku merasakan tiba-tiba menjadi orang asing di sini

Asing dari alam yang ada di sekitarku

Wanita di sampingku itu mengangguk-anggukkan kepalanya

Mungkin kata kataku itu telah memberi gambaran padanya

Bahwa terjadi suatu pergolakan di dalam dada suaminya

SUAMIKU, mungkin kau merasa asing, tetapi alam yang kau anggap asing ini

Adalah alam yang sehari-hari telah menyelimutimu

Alam ini mengenalmu dengan baik suamiku, sebab kau adalah bagian darinya.

Kau pun telah lahir dari sumber yang sama

Dadaku berdesir mendengar kalimat yang bijaksana itu

Meski batinku berkata "Lancang sekali kau berani menasehati suamimu !"

Tapi tiba-tiba aku sadari bahwa memang alam adalah saudara kandung manusia

Pepohonan, hutan, gunung, ngarai, bahkan bintang dan bulan,

Matahari dan seluruh isi angkasa ini

Semuanya telah tercipta oleh Sang Maha Pencipta

Menyesal sekali, selama ini aku jarang mengingat sumberku lagi

Yang kuingat sehari-hari adalah nafsu yang menyala-nyala di dalam dadaku

Untuk memusnahkan lawan-lawanku

Membunuh dan menghancurkan, membuat malapetaka dan meruntuhkan air mata

Tanpa sadar kupandangi wanita di sampingku ini, kuusap wajah dan rambutnya,

Dan kini baru kusadari dia adalah belahan jiwa yang mempesona

Terimakasih istriku...!



"Wa ma khalaqnas-sama'a wal-arḍa wa ma bainahuma la'ibin"

Dan tidaklah Kami ciptakan Iangit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan sia-sia (QS. Al-Anbiya:16).

(Juduk puisi ini pernah kami tayangkan di kompasiana tgl. 2 Agustus 2018)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar