** GUMELARING JAGAD SAK ISINE IKI DICIPTAAKE GUSTI ALLAH AMUNG KANGGO KESEJAHTERAAN UMATE **
Di suatu malam yang sunyi aku bermimpi
Mengajak istri berjalan di antara sawah dan ladang
Seakan ingin keluar dari tempat yang padat dan pepat
Tempat yang sangat menyesakkan nafasku
Dan saat kami menginjakkan kaki di tengah persawahan
Kutengadahkan wajah ke langit, melihat bulan yang temaram
Sehelai-sehelai awan putih hanyut dibawa arus angin yang lembut
Sekali lagi aku menarik nafas dalam-dalam
Bulan itu nampak teramat asing bagiku
Mungkin karena aku terlalu lama melupakan keindahannya
Mengacuhkan pesona langit yang cerah, bintang-bintang
Dan bahkan melupakan apa saja yang dapat memberiku kesegaran
Seperti malam ini...
Angin yang lembut dan daun-daun yang bergerak dibelai olehnya
"Hem ..!" Akhirnya aku berdesah "sungguh mempesona !"
Istriku melangkah lebih cepat dan berjalan di samping
Ia berpaling ke arahku tapi hanya mendapatkan wajahku yang kuyu
Sedang aku masih sibuk mengagumi kesegaran angin malam
Kelembutan sinar bulan, cahaya yang redup kekuning-kuningan
Dan daun-daun yang hijau gelap seperti langit digaris cakrawala
"ALLAH-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya." (Q.S. Al-Sajdah (32): 4).
WAHAI istriku ...., umurku sudah lebih dari separuh abad
Tetapi aku merasakan tiba-tiba menjadi orang asing di sini
Asing dari alam yang ada di sekitarku
Wanita di sampingku itu mengangguk-anggukkan kepalanya
Mungkin kata kataku itu telah memberi gambaran padanya
Bahwa terjadi suatu pergolakan di dalam dada suaminya
SUAMIKU, mungkin kau merasa asing, tetapi alam yang kau anggap asing ini
Adalah alam yang sehari-hari telah menyelimutimu
Alam ini mengenalmu dengan baik suamiku, sebab kau adalah bagian darinya.
Kau pun telah lahir dari sumber yang sama
Dadaku berdesir mendengar kalimat yang bijaksana itu
Meski batinku berkata "Lancang sekali kau berani menasehati suamimu !"
Tapi tiba-tiba aku sadari bahwa memang alam adalah saudara kandung manusia
Pepohonan, hutan, gunung, ngarai, bahkan bintang dan bulan,
Matahari dan seluruh isi angkasa ini
Semuanya telah tercipta oleh Sang Maha Pencipta
Menyesal sekali, selama ini aku jarang mengingat sumberku lagi
Yang kuingat sehari-hari adalah nafsu yang menyala-nyala di dalam dadaku
Untuk memusnahkan lawan-lawanku
Membunuh dan menghancurkan, membuat malapetaka dan meruntuhkan air mata
Tanpa sadar kupandangi wanita di sampingku ini, kuusap wajah dan rambutnya,
Dan kini baru kusadari dia adalah belahan jiwa yang mempesona
Terimakasih istriku...!
"Wa ma khalaqnas-sama'a wal-arḍa wa ma bainahuma la'ibin"
Dan tidaklah Kami ciptakan Iangit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan sia-sia (QS. Al-Anbiya:16).
(Juduk puisi ini pernah kami tayangkan di kompasiana tgl. 2 Agustus 2018)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar