-

Rusmannulis

Minggu, 11 Agustus 2019

PUISI:
ALAM SAHABAT SEJATI KITA



Oleh: KI GURU RUSMAN




** GUMELARING JAGAD SAK ISINE IKI DICIPTAAKE GUSTI ALLAH AMUNG KANGGO KESEJAHTERAAN UMATE **


ALAM ....

Kata yang sederhana namun di dalamnya penuh dengan makna simbolik. 

Dia bisa dimaknai sebagai keadaan yang penuh damai. Cobalah luangkan waktu anda untuk sekedar berjalan-jalan ke daerah pegunungan. 

Mengapa ribuan orang jakarta setiap akhir pekan berbondong-bondong memenuhi jalan raya untuk sekedar beberapa jam bisa mencapai puncak? 

Atau warga surabaya memenuhi obyek wisata di kawasan Malang , Batu dan sekitarnya? 

Jawabnya adalah "alam". Di dalam alam ada damai yang selalu dirindukan oleh manusia.

Alam juga bisa dimaknai sebagai "keganasan", kedasyatan, suatu kondisi yang menakutkan, bahkan sangat mengerikan. 

Alam akan marah sekali merasakan keserakahan manusia, menyaksikan kebiadaban serta perbuatan yang tidak adil terhadap dirinya. 

Banjir bandang, letusan gunung atau bahkan tsunami sebagai akibatnya.

Namun alam juga bisa dimaknai sebagai saudara kandung kita semua.

Mereka adalah sahabat sejati manusia, sedulur sinorowedi setiap orang.

Alam mengasihi kita semua, tentu bagi kita yang juga menyayangi mereka.

Seperti halnya gunung dan sungai, dua-duanya bagaikan sepasang suami istri yang tak bisa dipisahkan. 

Sungai itu ibarat istrinya gunung dan gunung adalah suami sungai.

Pendek kata manusia tidak akan bisa terlepas dari alam atau kodratnya

Manusia dan alam dua-duanya diciptakan oleh Tuhan dari "tidak ada" menjadi "ada".


"ALLAH-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya." (Q.S. Al-Sajdah (32): 4).



PERNAHKAH ANDA menghayati makna di dunia pakeliran?

Dalam wayang semua sudah tersajikan oleh para lekuhur kita

Sebelum muncul para tokoh wayang, pertama kali yang ada ialah kelir putih kosong (owang-awung) di mana ditengahnya berdiri dua buah gunung

Mereka adalah gunung jantan dan gunung betina yang saling berpelukan

Karena kasih sayang dari keduanya maka mulailah ada lelakon atau kehidupan manusia, yaitu setelah dalang menarik kedua gunung dan dikibarkan ke seluruh alam semesta (layar)

Munculnya raja yang didahului emban dalam kelir itu memberikan lambang ketentraman tentang kelahiran

Juga bahwa kehidupan ini ada tatanan Cinta dan ketentraman. Jadi alam itupun diawali oleh cinta atau "phitotes"

Cinta merupakan kodrat yang membawa bersatunya minat atau niat yang luhur

Tetapi juga sebaliknya alam bisa menjadikan awal perpisahan dan perceraian

Dus, dengan begitu mari kita sama-sama mencitai alam, mengasihinya, sebagaimana Allah SWT mengasihi kita semua.


"Wa ma khalaqnas-sama'a wal-arḍa wa ma bainahuma la'ibin"
Dan tidaklah Kami ciptakan Iangit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan sia-sia (QS. Al-Anbiya:16).


***

Keterangan:
Puisi ini pernah kami tayangkan di Kompasiana pada awal Februari 2019.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar