-

Rusmannulis

Minggu, 21 Oktober 2018

KI HAJAR DEWANTARA DAN SISTEM AMONG


Oleh: Drs. RUSMAN, M.Pd


DI MATA orang belanda (waktoe itoe) ternyata Ki Hajar Dewantara dikenal sebagai orang yang super radikal.

Beliau menulis: "Seandainya Aku Seorang Belanda", yaitu sebuah esay kritikan pedas terhadap rencana belanda memperingati seabad kemerdekaan belanda di tanah hindia.

Sebuah perayaan besar-besaran yang biayanya diperoleh dari keringat orang-orang pribumi. Akibat tulisan itu Ki Hajar diasingkan ke belanda berangkat dari Tanjung Priuk.

Konon saat istirahat di teluk benggala Ki Hajar masih sempat berorasi dengan gagahnya dan melempar bom molotof di geladak kapal.

KI HAJAR DEWANTARA memang tokoh pendidikan yang dikagumi oleh semua lapisan masyarakat, bukan saja di Indonesia tetapi juga di berbagai belahan dunia.

Salah satu teori beliau di bidang pendidikan yang banyak diakui dunia adalah sistem among. Dengan sistem amongnya Ki Hajar membuka mata dunia tentang bagaimana peranan seorang pemimpin dalam bersikap terhadap orang-orang yang dipimpinnya.

"Ing ngarso sung tulodho, Ing madyo mangun karso, Tut wuri Handayani". 

Ing ngarso sung tulodho itu berarti seorang pemimpin harus berani tampil di depan untuk memberikan tauladan atau contoh bagaimana cara bersikap dan berperilaku dalam menghadapi segala persoalan organisasi.

Ing madyo mangun karso, artinya bahwa di saat-saat yang diperlukan pemimpin juga harus berada di tengah pasukannya guna memberikan semangat dengan cara terjun langsung bekerja sama dengan orang-orang yang dimpinnya.

Dan Tut wuri handayani, berarti pemimpin tidak jarang juga harus berada di belakang untuk memastikan roda organisasi berjalan sebagaimana mestinya.

Memberi ruang bagi orang-orang yang dipimpinnya untuk berkreativitas sesuai dengan kompetensinya masing-masing.

Demikian pula sikap pendidik baik guru maupun orang tua, harus mampu menerapkan system among tersebut.

Bagi orang tua sesuai dengan sifat pendidikan keluarga mereka adalah pendidik pertama, utama dan kodrat. Wewenang secara kodrat yang dimiliki oleh orang tua dalam mendidik anaknya tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun.

Hal ini disebabkan anak adalah hak orang tu, meskipun karena alasan-alasan tertentu hak orang tua itu dapat pula dicabut, misalnya karena orang tua menjadi gila sehingga membahayakan keselamatan anak.
Dalam pendidikan ada tiga macam lingkungan:

Lingkungan keluarga:

Keluarga adalah merupakan kelompok sosial yang kecil. Di tempat ini merupakan tempat pendidikan yang pertama dan utama bagi anak.

Untuk itu keberadaan pendidikan ini amat diperlukan untuk menentukan perkembangan anak di masa depan.
Keluarga harus ikut bertanggung jawab dalam pendidikan.

Tanggung jawab itu didasarkan atas beberapa hal, antara lain:

(1) Dorongan/motivasi cinta kasih yang menjiwai hubungan orang tua dengan anak.

(2) Dorongan/motivasi sebagai konsekwensi karena kedudukannya sebagai orang tua.

(3) Tanggung jawab sosial sebagai bagian dari keluarga yang pada gilirannya juga menjadi bagian dari masyarakat, bangsa dan negara.

Lingkunga sekolah:

Sekolah adalah pusat pendidikan yang kedua bagi anak, sebab sekolah merupakan kelanjutan dari lingkungan keluiarga.

Pendidikan sekolah merupakan pendidkan formal karena secara khusus diselenggarakan oleh pemerintah atau badan-badan tertentu yang terorganisir.

Lingkungan masyarakat:

Masyarakat adalah sekumpulan orang yang mempunyai hubungan satu sama lain dengan sadar atas kesatuannya sehingga bertindak secara bersama untuk mencapai kebutuhan bersama.

Masyarakat mempunyai pengaruh yang tidak kecil terhadap perkembangan pribadi anak, karena melalui masyarakat dapat dikembangkan nilai-nilai budaya untuk dikembangkan lebih lanjut oleh generasi tersebut.

Di samping itu masyarakat juga merupakan tempat untuk mempraktekkan pengetahuan yang diperoleh dari keluarga maupun sekolah.

Masyarakat juga merupakan laboratorium soaial bagi anak untuk mengembangkan rasa kemasyarakatan serta rasa tanggung jawab.

Semoga pendidikan senantiasa menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia. Guru dan kaum pendidik selalu berperan sebagai bulan purnama bagi anak didik serta masyarakat di sekitarnya.

** SELAMAT HARI PENDIDIKAN **

Beraktivitas di rumah, seraya menggali hikmah dan pelajaran apa yang diberikan Tuhan YME kepada manusia melalui covid-19. 😂😂


Tasikmadu-Palang-Tuban.


Keterangan:

Penulis adalah Pengawas Sekolah di Kabupaten Tuban.



1 komentar: